jelaskan persebaran kebudayaan yang ada di indonesia sebagai identitas nasional
Daripengertian di atas bisa kita simpulkan bahwa perbedaan antara budaya dan kebudayaan adalah: bahwa budaya itu merupakan cipta, rasa dan karsa suatu masyarakat, sedangkan kebudayaan merupakan hasil dari cipta, rasa dan karsa masyarakat tersebut. Jadi jangan langsung menilai akan baiknya budaya sebelum mengetahui Pengertian Budaya Dan
IdentitasNasional pada dasarnya adalah manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam suatu bangsa. Lama kelamaan, nilai-nilai tersebut akan menjadi ciri khas suatu bangsa dan negara, sehingga
Unsurkebudayaan terdiri atas : 1. System regili dan upacaru keagamaan merupakan produk manusia sebagai homoriligius. manusia yang mempunyai kecerdasan ,pikiran ,dan perasaan luhur ,tangapan bahwa kekuatan lain mahabesar yang
Jelaskanpersebaran kebudayaan yang ada di indonesia sebagai identitas nasional - 15816192. ade1067 ade1067 12.05.2018 Geografi Sekolah Menengah Atas terjawab Jelaskan persebaran kebudayaan yang ada di indonesia sebagai identitas nasional 1
PDF| On Apr 30, 2020, Wildan Insan Fauzi and others published Kehidupan Sosial Budaya Masa Pergerakan Nasional di Indonesia (1900-1942) dari Sudut Pandang Novel Sejarah | Find, read and cite all
Shaded Pole Single Phase Induction Motor. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Manusia dan kebudayaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena saling berkaitan. Budaya merupakan bentuk atau hasil dari kreativitas manusia. Kebudayaan juga merupakan penjelmaan dari hasrat manusia bahkan lebih jauh lagi, Tuhan karena pada hakikatnya alam dan manusia serta segala isi alam raya ini merupakan suatu yang muncul dari realitas yang juga akan menjadi simbol atau identitas bagi suatu negara atau bangsa. Melalui kebudayaan orang akan menjadi lebih faham terkait sejarah karena sejarah dan kebudayaan saling berhubungan. Kebudayaan menjadi suatu tolok ukur untuk mengenal lebih dalam suatu negara. Dari sejarah kita banyak mengetahui betapa banyak kebudayaan yang lahir di dunia ini dan salah satu negara yang kaya akan kebudayaan adalah adalah negara yang kaya akan kebudayaan yang beraneka ragam. Keanekaragaman itu menjadi ciri khas tersendiri bagai republik yang menderka 67 tahun silam ini. Keanekaragaman itu bisa dilihat secara historis bangsa ini yang sebenarnya masih dalam pencarian identitas. Keanekaragaman itu tidak hanya bisa dilihat dari antar pulau saja, akan tetapi sampai kepada areal yang kecil yakni pada tataran daerah saja bisa berbeda-beda. Inilah kekayaan yang tersembunyi di negeri kepulauan terbesar di dunia tadi memunculkan polemik tersendiri terhadap identitas kebudayaan nasional karena kebudayaan nasional itu memberi identitas nasional, dan identitas nasional itu perlu untuk mendorong motivasi untuk usaha pembangunan, begitu yang ditulis oleh Koentjaranigrat dalam buku beliau yang berjudul, “Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan”. Berbagai cendikiawan memunculkan argument dan konsep masing-masing. Ada yang mengatakan kebudyaan nasional itu harus dari sesuatu yang baru, ada juga yang mengatakan harus berakar dari kebudayaan lama, dan ada yang bisa di bilang gabungan identitas kebudayaan nasional mengarah kepada pembangunan, maka yang perlu dilihat adalah mental masyarakat Indonesia dewasa ini yang carut-marut terutama generasi muda. Alih-alih ingin mengembangkan potensi diri dan membanggakan bangsa justru secara tidak langsung meruntuhkan Indonesia dari dalam. Di Indonesia justru lebih berkembang kebudayaan luar dari pada kebudayaan yang ada di Indonesia di berbagai daerah. Saya masih mengapresiasi teman-teman yang setia dan memajukan kebudayaan terjadi degradasi rasa bangga terhadap kebudayaan yang ada di Indonesia berakar dari kesadaran sejarah yang berkurang. Hal ini akan berdampak pada kemerosotan mental, mental pembangunan yang diharapkan guna bersaing di era global ini. Menggali lagi kearifan local budaya nusantara, member ruh baru dan revitalisasi akan mampu memberikan kontribusi dalam persatuan dan kesatuan bangsa mapun menjawab tantangan global, itu yang ditulis oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam buku beliau yang berjudul” Merajut Kembali Indonesia”.Kebudayaan nasional Indonesia merupakan semua bentuk kreativitas ciptaan putra bangsa di seluruh Indonesia dalam rangka persatuan dan kesatuan serta ada rasa bangga dari rakyat Indonesia itulah kebudayaan nasional Indonesia dan itu jugalah identitas kebudayaa nasional Indonesia yang menjadi ciri khas tersendiri. Masyarakat Indonesia harus bangga dan bersyukur dengan perbedaan yang diberikan Tuhan karena itu membuat Indonesia kaya dan dikenal dunia. Identitas kebudayaan nasional Indonesia itu adalah keanekaragaman kebudayaan yang ada di Indonesia. Lihat Sosbud Selengkapnya
Ilustrasi Kebudayaan Nasional. Sumber John Bastian/ nasional adalah buah usaha budi rakyat Indonesia. Kebudayaan sendiri merupakan hal yang pasti ada di setiap daerah. Bahkan, masing-masing negara mempunyai kebudayaan kebudayaan nasional di suatu negara menjadi ciri khas dari negara tersebut. Indonesia sendiri mempunyai 4 kebudayaan nasional, apa saja? Lebih jelasnya, simak ulasan di bawah ini!4 Kebudayaan Nasional di IndonesiaIlustrasi Kebudayaan Nasional di Indonesia. Sumber Nuh Rizqi/ Tantawi dalam buku berjudul Dasar-Dasar Ilmu Budaya Deskripsi Kepribadian Bangsa Indonesia menjelaskan bahwa kebudayaan nasional adalah puncak kebudayaan dari setiap suku atau daerah yang ada di dasarnya, kebudayaan nasional di Indonesia sendiri dibentuk oleh kebudayaan lokal atau daerah. Kebudayaan lokal bisa diangkat menjadi sebuah kebudayaan nasional sebab dapat mengumpulkan nilai bangsa yang kemudian bisa diterima masyarakat secara 4 bentuk kebudayaan nasional di Indonesia, yaitu1. Bahasa IndonesiaBahasa Indonesia menjadi salah satu bentuk kebudayaan nasional Indonesia sebab menggambarkan kepribadian bangsa. Bahasa yang digunakan masyarakat Indonesia ini berasal dari bahasa BatikBatik adalah kebudayaan nasional yang asalnya dari kebudayaan lokal. Hampir seluruh daerah di Indonesia dapat membuat batik dengan corak khas yang batik telah ditetapkan sebagai bagian warisan budaya Indonesia oleh UNESCO. Maka tidak heran jika batik menjadi identitas serta jati diri bangsa Gotong RoyongKebudayaan nasional di Indonesia selanjutnya adalah gotong royong. Kegiatan ini dilakukan oleh seluruh suku dengan penyebutan nama yang berbeda di setiap royong juga termasuk budaya yang mendasari terbentuknya ideologi bangsa Indonesia, yakni Pancasila. Gotong royong mempunyai nilai penting dalam kehidupan, yaitu untuk hidup bersama dan MusyawarahMusyawarah merupakan kebudayaan nasional di Indonesia yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Banyak sekali suku di Indonesia memakai cara ini dalam menuntaskan masalah yang ada di dilakukan pada setiap tingkatan sistem pemerintah dan pengambilan keputusan ini tidak hanya dilakukan di desa, tetapi juga di tingkat penjelasan tentang kebudayaan nasional yang ada di Indonesia. Semoga bermanfaat! Ek
Foto pixabay, Bangga Pesona Keberagaman Budaya IndonesiaIndonesia dikenal dunia sebagai negara kepulauan dengan wilayahnya yang luas dan terbentang dari Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu, setiap daerahnya memiliki budaya, adat istiadat, dan bahasa masing-masing. Budaya adalah suatu kebiasaan yang tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat dan dijaga kelestariannya secara turun temurun dari generasi ke generasi. Budaya yang berbeda di setiap daerah tersebut menjadi keberagaman atau diversity dan memperkaya kebudayaan sekitar pulau yang dimiliki Indonesia, bisa dibayangkan seberapa banyak budaya yang menetap di setiap pulaunya. Misalnya Pulau Bali saja memiliki beragam budaya yang tidak ada di pulau lain. Contohnya upacara ngaben, yaitu upacara pembakaran mayat di Bali. Kemudian ada tradisi Mekare-kare yaitu perang pandan yang dilakukan di desa tradisional Tenganan. Selanjutnya ada tari kecak yang terkenal dan sudah biasa dipertontonkan kepada wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang ke Bali. Masih banyak lagi budaya-budaya dari Bali khususnya dan tentunya Indonesia yang tidak bisa dijelaskan satu bukanlah suatu kelemahan, melainkan sebuah kekayaan yang apabila dimanfaatkan dengan baik akan menjadi keuntungan, baik untuk bangsa maupun masyarakat sendiri. Contohnya dapat menjadi daya tarik bagi bangsa lain dan mendatangkan wisatawan ke dalam negeri. Dengan begitu akan menambah pendapatan negara dan menghidupkan usaha lokal. Dengan bermacam-macam budaya, apabila dilestarikan dan dijaga dengan baik akan menjadi identitas nasional adalah ciri khas yang menjadi penanda suatu bangsa tentang dirinya. Identitas nasional juga bisa dikatakan jati diri dari sebuah bangsa. Dengan adanya identitas nasional, antara satu bangsa dan bangsa lainnya dapat dibedakan. Sebagai pemuda penerus bangsa kita harus menjaga kebudayaan kita. Jangan sampai budaya yang seharusnya adalah milik kita diakui oleh bangsa lain. Dengan melestarikan budaya secara tidak langsung kita telah menjaga identitas bangsa.
BAB I PENDAHULUAN Identitas Nasional bangsa adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bagsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Berdasarkan pengertian yang dimiliki ini maka setiap bangsa didunia ini akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan sifat, ciri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut. Berdasarkan hakikat pengertian Identitas Nasional bangsa sebagaimana dijelaskan diatas maka Identitas Nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih populer disebut kepribadian suatu bangsa atau dapat diartikan sebagai sekolompok besar manusia yang mempunyai persamaan nasib dalam proses sejarahnya. Sehingga mempunyai persamaan watak dan karakter yang kuat untuk bersatu dan hidup bersama serta mendiami suatu wilayah tertentu sebagai suatu ketentuan Nasional. Jadi Identitas Nasional bangsa adalah sebuah kesatuan yang terikat dengan wilayah dan selalu memiliki wilayah tanah melimpah darah mereka sendiri, kesamaan sejarah, sistem hukum atau perundang undangan, hak dan kewajiban serta pembagian kerja berdasarakan profesi. Contoh Identitas Nasional Bangsa meliputi segenap yang dimilki bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain seperti kondisi geografis, sumber kekayaan alam Indonesia, demografi atau kependudukan Indonesia, ideologi, agama, politik negara, ekonomi, dan pertahanan keamanan. Identitas Nasional pada hakikatnya juga merupakan manifestasi nilai nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan. Suatu bangsa dengan ciri-cirinya khas. Dengan ciri ciri khas tersebut, suatu bangsa berbeda dengan ciri-ciri khas tersebut, suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam hiudup dan kehidupannya. Diletakkannya dalam konteks Indonesia maka Identitas Nasional itu merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang sudah tumbuh dan bekembang sebelum masuknya agama-agama besar dibumi nusantara ini dlaam berbagai aspek kehidupan dari ratusan suku yang kemudian dihimpun dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan Nasional dengan acuan Pancasila dan roh Bhineka Tunggal sebagai dasar dan arah pengembangan dalam kehidupan berbangsa dan benegara. 1. Apa pengertian Identitas Nasional ? 2. Apa yang dimaksud dengan kebudayaan ? 3. Apa yang dimaksud dengan kebudayaan sebagai pembentuk identitas nasional ? 4. Bagaimana kebudayaan bisa menjadi pembentuk identitas nasional ? 1. Untuk mengetahui pengertian Identitas Nasional. 2. Untuk mengetahui maksud dari kebudayaan 3. Untuk mengetahui maksud dari kebudayaan sebagai pembentuk identitas nasional 4. Untuk mengetahui bagaimana kebudayaan bisa menjadi pembentuk identitas nasional BAB II PEMBAHASAN Sebagai sebuah istilah, identitas nasional dibentuk oleh dua kata, yaitu “identitas” dan “nasional”. Identitas identity yang dapat diartikan sebagai ciri-ciri, tanda atau jati diri. Dalam terminologi antropologi, identitas adalah sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri, golongan, kelompok, komunitas, atau Negara sendiri. Sedangkan ”nasional” dalam konteks pembahasan ini berarti kebangsaan identitas bangsa. Dengan demikian, identitas nasional dapat diartikan sebagai suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lainnya. Pengertian identitas nasional pada hakikatnya adalah manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa nation dengan ciri-ciri khas, dan dengan ciri-ciri yang khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam secara garis besar “Identitas nasional” adalah identitas suatu kelompok masyarakat yang memiliki ciri dan melahirkan tindakan secara kolektif yang diberi sebutan nasional. Menurut Koenta Wibisono 2005 pengertian Identitas Nasional pada hakikatnya adalah “manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa nasion dengan ciri-ciri khas, dan dengan yang khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya”. Identitas nasional merupakan sesuatu yang terbuka untuk diberi makna baru agar tetap relevan dan fungsional dalam kondisi aktuall yang berkembang dalam masyarakat. Definisi Identitas nasional. Identitas nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Berdasarkan pengertian yang demikian ini maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, ciri-ciri serta karakter dari bangsa tesebut. Demikian pula hal ini juga sangt ditentukan oleh proses bagaimana bangnsa tersebut terbentuk secara historis. Berdasarkan hakikat pengertian “identitas nasional” sebagaimana dijelaskan di atas maka identitas nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih popular disebut sebagai kepribadian suatu bangsa. Identitas nasional pada hakikatnya merupakan manifestasi nilai-nilai Budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri khas. Dengan ciri-ciri khas tersebut, suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam hidup dan kehidupannya. Diletakkan dalam konteks Indonesia, maka Identitas Nasional itu merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang sudah tumbuh dan berkembang sebelum masuknya agama-agama besar di bumi nusantara ini dalam berbagai aspek kehidupan bdari ratusan suku yang kemudian dihimpun dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan Nasional dengan acuan Pancasila dan roh Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar dan arah pengembangannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hakikat Identitas Nasional Dengan perkataan lain, dapat dikatakan bahwa hakikat identitas nasional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam berbagai penataan kehidupan kita dalam arti luas, misalnya dalam Pembukaan beserta UUD kita, sistem pemerintahan yang diterapkan, nilai-nilai etik, moral, tradisi, bahasa, mitos, ideologi, dan lain sebagainya yang secara normative diterapkan di dalam pergaulan, baik dalam tataran nasional maupun internasional. Perlu dikemukakan bahwa nilai-nilai budaya yang tercermin sebagai Identitas Nasional tadi bukanlah barang jadi yang sudah selesai dalam kebekuan normatif dan dogmatis, melainkan sesuatu yang terbuka-cenderung terus menerus bersemi sejalan dengan hasrat menuju kemajuan yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya. Konsekuensi dan implikasinyaadalahidentitas nasional juga sesuatu yang terbuka, dinamis, dan dialektis untuk ditafsir dengan diberi makna baru agar tetap relevan dan funsional dalam kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat. Hakikat identitas nasional indonesia adalah pancasila yg diaktualisasikan dalam bergagai kehidupan dan berbangsa. AKTUALISASI ini untuk menegakkan pancasila dan uud 45 sebagaimana dirumuskan dalam pembukaan uud 45 terutama alinea ke 4 Krisis multidimensi yang kini sedang melanda masyarakat kita menyadarkan bahwa pelestarian budaya sebagai upaya untuk mengembangkan Identitas Nasional kita telah ditegaskan sebagai komitmen konstitusional sebagaimana dirumuskan oleh para pendiri negara kita dalam pembukaan, khususnya dalam Pasal 32 UUD 1945 beserta penjelasannya, yaitu “Pemerintah memajukan Kebudayan Nasional Indonesia“ yang diberi penjelasan ”Kebudayan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budaya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan lama dan asli terdapat ebagi puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab, budaya dan persatuan dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia “. Kemudian dalam UUD 1945 yang diamandemen dalam satu naskah disebutkan dalam Pasal 32 1. Negara memajukan kebudayan Nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memeliharra dan mengembangkan nilai-nilai budaya. 2. Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Dengan demikian secara konstitusional, pengembangan kebudayan untuk membina dan mengembangkan identitas nasional kita telah diberi dasar dan arahnya, terlepas dari apa dan bagaimana kebudayaan itu dipahami yang dalam khasanah ilmiah terdapat tidak kurang dari 166 definisi sebagaimana dinyatakan oleh Kroeber dan Klukhohn di tahun 1952. Unsur – Unsur Pembentuk Identitas Nasional Pada hakikatnya, Identitas Nasional memiliki empat unsur, yaitu 1. Suku Bangsa golongan social yang khusus yang bersifat askriftif ada sejak lahir, yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa, kuran lebih 360 suku. 2. Agama bangsa indonessia dikenal sebagai bangsa yang agamis. Agama-agama yang berkembang di Indonesia antara lain agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Agama Kong Hu Cu pada masa Orde Baru tidak diakui sebagai agama resmi Negara Indonesia namun sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, istilah agama resmi telah dihapuskan. 3. Kebudayaan merupakan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang berisikan perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai pedoman untuk bertindak dalam bentuk kelakuan dan benda -benda kebudayaan. 4. Bahasa merupakan usur komunikasi yang dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. Menurut Syarbani dan Wahid dalam bukunya yang berjudul Membangun Karakter dan Kepribadian melalui Pendidikan Kewarganegaraan, keempat unsur Identitas Nasional tersebut diatas dapat dirumuskan kembali menjadi 3 bagian 1. Identitas Fundamental berupa Pancasila yang menrupakan Falsafah Bangsa, Dasar Negara, dan Ideologi Negara. 2. Indetitas Instrumental berupa UUD 1945 dan Tata Perundangannya, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara, dan Lagu Kebangsaan. 3. Indetitas Alamiah meliputi Kepulauan archipelago dan Pluralisme dalam suku, bahasa, budaya dan kepercaraan agama. Parameter Identitas Nasional Parameter identitas nasional adalah suatu ukuran atau patokan yang dapat digunakan untuk menyatakan sesuatu adalah menjadi cirri khas suatu bangsa. Sesuatu yang diukur adalah unsure suatu identitas seperti kebudayaan yang menyangkut norma, bahasa, adat istiadah dan teknologi, sesuatu yang alami atau cirri yang sudah terbentuk seperti geografis. Unsur-unsur pembentuk identitas nasional berdasarkan ukuran parameter sosiologis adalah suku bangsa, kebudayaan, dan bahasa maupun fisik seperti kondisi geografis. Sesuatu yang terjadi dalam suatu masyarakat dan mencari ciri atau identitas nasional biasanya mempunyai indicator sebagi berikut 1. Identitas nasional menggambarkan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas masyarakat sehari-harinya. Identitas ini menyangkut adat istiadat, tata kelakuan, dan kebiasaan. Ramah tamah, hormat kepada orang tua, dan gotong royong merupakan salah satu identitas nasional yang bersumber dari adat-istiadat dan tata kelakuan. 2. Lambang-lambang yang merupakan ciri dari bangsa dan secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsi bangsa. Lambang – lambang Negara ini biasanya dinyatakan dalam undang-undang seperti Garuda Pancasila, bendera, bahasa, dan lagu kebangsaan. 3. Alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan seperti bangunan, teknologi, dan peralatan manusia. Identitas yang berasal dari alat perlengkapan ini seperti bangunan yang merupakan tempat ibadah, peralatan manusia, dan teknologi. 4. Tujuan yang ingin dicapai suatu bangsa. Identitas yang bersumber dari tujuan ini bersifat dinamis dan tidak tetap seperti budaya unggul, prestasi dalam bidang tertentu, seperti di Indonesia dikenal dengan bulu tangkis. Struktur Pembentuk Identitas Nasional Ada beberapa unsur pembentuk identitas nasional bangsa Indonesia, yaitu Wilayah geografi Indonesia secara historis adalah wilayah yang semula menjadi wilayah kekuasaan dua kerajaan yakni Sriwijaya dan Majapahit, meliputi seluruh wilayah nusantara sebagian thailand, Malaysia, Singapura, sampai ke Filipina. Ketika bangsa Indonesia menyatakan diri menjadi bangsa yang merdeka, bersatu berdaulat, secara politik para pendiri negara menetapkan bahwa wilayah geografi yang menjadi identitas negara Indonesia adalah seluruh wilayah nusantara yang meliputi seluruh bekas jajahan Belanda. Identitas nasional dalam aspek suku bangsa adalah adanya suku bangsa yang majemuk aneka ragam. Majemuk atau anekaragamnya suku bangsa dimaksud adalah terlihat dari jumlah suku bangsa lebih kurang 300 suku bangsa dengan bahasa dan dialek yang berbeda. Populasinya menurut data BPS tahun 2003 adalah berjumlah 210 juta jiwa. Dari jumlah tersebut diperkirakan separuhnya atau 50% adalah suku etnis jawa. Sisanya adalah suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia di luar Jawa, seperti; suku makassa-Bugis 3,68%, Batak 2,04%, Bali 1,88%, Aceh 1,4%, dan suku-suku lainnya. Sedangkan suku bangsa atau etnis tionghoa hanya berjumlah 2,8% tetapi menyebar ke seluruh wilayah bangsa Indonesia dan mayoritas mereka bermukim di perkotaan. Suku bangsa sebagai unsur pembentuk identitas nasional dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu suku bangsa askriptif dan kelompok migran. Suku bangsa askriptif dan kelompok migran. Suku bangsa askriptif adalah suku bangsa yang sudah ada diwilayah geografi nusantara, sedangkan kelompok migran adalah mereka yang telah menyatakan diri menjadi warga negara dan setia terhadap pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, ideologi dan dasar negara. Kelompok migran di Indonesia meliputi migran Asia Tionghoa, Arab, dan India, migran dari Eropa Belanda, Jerman, Itali, migran dari Amerika kanada, Amerika serikat, migran dari Afrika Mesir, Nigeria. Oleh karena itu, bangsa Indonesia terbentuk dari ras dan suku bangsa yang majemuk, sebagian besar termasuk suku bangsa askriptif. Secara keseluruhan, di Indonesia terdapat lebih kurang 300 suku bangsa dengah bahasa dan dialek yang berbeda Agama menjadi unsur pembentuk identitas nasional berdasarkan realitas bahwa bangsa Indonesia tergolong sebagai rakyat agamis, yang secara sadar bersama-sama membangun hubungan yang rukun antar umat seagama dan antar umat beragama. Bagi bangsa Indonesia, kemajemukan dalam beragama merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang wajib disyukuri dan dikelola secara wajar. Sebagai upaya mencegah resiko konflik antar umat beragama diantaranya adalah saling mengakui secara positif keberadaan agama dan para pemeluk serta saling menghormati prinsip satu sama lain Bahasa Indonesia yang sekarang digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa Indonesia berawal dari bahsa melayu. Dalam interaksi antar suku bangsa yang mendiami kepulauan nusantara, bahasa melayu telah menjadi bahsa penghubung linguafranca jauh sebelum kemerdekaan. Dalam fungsinya sebagai bahasa penghubung itulah bahasa melayu kemudian ditetapkan oleh para pemuda dari sabang sampai merauke sebagai bahasa persatuan dalam ikrar Sumpah Pemuda. Sejarah paham kelahiran nasionalisme a. 1908 Budi Oetomo berbasis sub kultur Jawa b. 1911 Sarikat Dagang Islam kaum entrepeneur islam bersifat ekstrovert dan politis c. 1912. Muhammadiya dari subkultur Islam modernis bersifat introvert dan sosial d. 1912. Indische Party Dari Sub Kultur Campuran, yang mencerminkan elemin politis nasionalisme non rasial dengan selogan “ Tempat Yang Memberi Nafkah Yang Menjadikan Indonesia Sebagai Tanah Airnya” e. 1913. Indische Social Democratiche Vereniging Mengejawantahkan nasionalisme politik radikal dan berorientasi marxist. f. 1915. Trikoro Dharmo sebagai emberio yong java h. 1925. Manifisto Politik i. 1926. Nahdatoel Oelama Nu Dari Sub Kultur Santri Dan Ulama serta pergerakan lain seperti Sub Ethnis Jong Ambon, Jong Sumatwera, Jong Selebes yang melahirkan pergerakan nasionalisme yang berjati diri Indonesia j. 1928 . Soempah Pemoeda 28 Oktober 1928 Kebudayaan dan Identitas Nasional Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagi rujukan dan pedoman untuk bertindak dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Kebudayaan bangsa adalah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi daya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab, budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri, serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. Sebagai komitmen nasional, dan secara kon stitusional menjadi dasar dan arah pengembangan kebudayaan dan sekaligus juga bagi pengembangan identitas nasional. Kebudayaan sebagai pembentuk identitas nasional Kebudayaan menjadi salah satu unsur pembentuk identitas nasional karena realitas bahwa kebudayaan yang dipelihara dan berkembang didalam lingkungan setiap suku bangsa berisi nilai nilai dasar yang secara kolektif digunakan oleh para pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan serta digunakan sebagai pedoman berfikir, bersikap, dan bertindak sesuai dengan lingkungan yang diahapi. Aspek kebudayaan yang menjadi unsur pembentuk identitas nasional meliputi 3 unsur, yaitu akal budi, peradaban civility dan pengetahuan knowledge Akal budi adalah sikap dan perilaku yang di miliki oleh bangsa Indonesia dalam interaksinya antara sesama horizontal atau secara sebaliknya vertikal. 3. Dapat dilihat dari beberapa aspek meliputi aspek ideologi sila-sila dalam pancasila, politik demokrasi langsung dalam pemilu langsung presiden dan wakil presiden serta kepala daerah tingkat I dan II kabupaten/kota, ekonomi usaha kecil dan koperasi, dan sosial semangat gotong royong adalah sikap ramah tamah, murah senyum, setia kawan. Pengetahuan yang menjadi unsur pembentuk identitas nasional meliputi a. Prestasi anak bangsa dalam bidag olahraga bulutngkis sedunia, b. Karya anak bangsa dalam bidang teknologi pesawat terbang, c. Karya anak bangsa dalam bidang teknologi kapal laut, d. Prestasi Anak Bangsa dalam menjuarai lomba olimpiade Fisika dan Kimia. Kebudayaan yang berkembang di Indonesia mestinya selaras dengan nilai-nilai Identitas Nasional antara lain 1. Berdasar atas nilai-nilai keTuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan Pancasila 2. Menuju ke arah kemajuan adab, budaya dan persatuan. 3. Tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa. 4. Mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. Keterkaitan Globalisasi terhadap Identitas Nasional Era Globalisasi merupakan era yang penuh dengan kemajuan dan persaingan, sedangkan Identitas Nasional sebuah bangsa merupakan hal yang sangat diperlukan untuk memperkenalkan sebuah bangsa atau Negara dimata dunia. Dengan adanya Globalisasi, identitas sebuah bangsa dan Negara dapat mudah dikenalkan dimata internasional atau juga identitas tersebut mudah tenggelam karena terpengaruh oleh bangsa dan Negara lain. Perlu kita sadari, bangsa Indonesia yang kita cintai ini sedang mengalami krisis identitas nasional yang sangat membahayakan bagi nilai – nilai dasar Identitas bangsa Indonesia itu sendiri. Letak Negara Indonesia yang sangat setrategis merupakan hal yang sangat mempengaruhi terjaga atau tidak kelangsungan Identitas bangsa Indonesia. Globalisasi yang terus berkembang pesat membuat nilai-nilai budaya bangsa Indonesia mulai terkikis oleh budaya-budaya barat yang kurang sesuai dengan budaya asli bangsa Indonesia seperti halnya budaya berpakaian. Kebaya dan batik yang merupakan salah satu identitas bangsa Indonesia yang berupa pakaian, kini mulai hilang dari kehidupan bangsa Indonesia karena tergantikan oleh pakaian yang bersifat kebarat - baratan. Tidak hanya itu saja, masyarakat Indonesia yang dulunya terkenal sebagai orang – orang yang ramah, kini mulai terpengaruh terhadap era globalisai yang memiliki sifat “persaingan” yang sangat tinggi yang menyebabkan kesenjangan sosial di masyarakt semakin meningkat. Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional Suatu bangsa harus memiliki identitas nasional dalam pergaulan internasional. Tanpa national identity, maka bangsa tersebut akan terombang-ambing mengikuti ke mana angin membawa. Dalam ulang tahunnya yang ke-62, bangsa Indonesia dihadapkan pada pentingnya menghidupkan kembali identitas nasional secara nyata dan nasional kita terdiri dari empat elemen yang biasa disebut sebagai konsensus nasional. Konsensus dimaksud adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Revitalisasi Pancasila harus dikembalikan pada eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara. Karena ideologi adalah belief system, pedoman hidup dan rumusan cita-cita atau nilai-nilai, Pancasila tidak perlu direduksi menjadi slogan sehingga seolah tampak nyata dan personalistik. Slogan seperti “Membela Pancasila Sampai Mati” atau“ Dengan Pancasila Kita Tegakkan Keadilan” menjadikan Pancasila seolah dikepung ancaman dramatis atau lebih buruk lagi, hanya dianggap sebatas instrument tujuan. Akibatnya, kekecewaan bisa mudah mencuat jika slogan-slogan itu tidak menjadi pantulan realitas kehidupan masyarakat. Karena itu, Pancasila harus dilihat sebagai ideologi, sebagai cita-cita. Maka secara otomatis akan tertanam pengertian di alam bawah sadar rakyat, pencapaian cita- cita, seperti kehidupan rakyat yang adil dan makmur, misalnya, harus dilakukan bertahap. Dengan demikian, kita lebih leluasa untuk merencanakan aneka tindakan guna mencapai cita-cita itu. Selain perlunya penegasan bahwa Pancasila adalah cita-cita, hal penting lain yang dilakukan untuk merevitalisasi Pancasila dalam tataran ide adalah mencari maskot. Meski dalam hal ini ada pandangan berbeda karena dengan memeras Pancasila berarti menggali kubur Pancasila itu sendiri, namun dari sisi strategi kebudayaan adalah tidak salah jika kita mengikuti alur pikir Soekarno, jika perlu Pancasila diperas menjadi ekasila, Gotong Royong. Mungkin inilah maskot yang harus dijadikan dasar strategi kebudayaan guna penerapan Pancasila. Pendeknya, ketika orang enggan menyebut dan membicarakan Pancasila, Gotong Royong dapat dijadikan maskot dalam rangka revitalisasi Pancasila. Mencari maskot. Meski dalam hal ini ada pandangan berbeda karena dengan memeras Pancasila berarti menggali kubur Pancasila itu sendiri, namun dari sisi strategi kebudayaan adalah tidak salah jika kita mengikuti alur pikir Soekarno, jika perlu Pancasila diperas menjadi ekasila, Gotong Royong. Mungkin inilah maskot yang harus dijadikan dasar strategi kebudayaan guna penerapan Pancasila. Pendeknya, ketika orang enggan menyebut dan membicarakan Pancasila, Gotong Royong dapat dijadikan maskot dalam rangka revitalisasi Pancasila. BAB III PENUTUP Kesimpulan Dalam kesempatan kali ini penyusun ingin menegaskan bahwa diera Globalisasi seperti sekarang ini Identitas Nasional merupakan hal yang harus diperhatikan, karena Identitas Nasional merupaka hal yang membuat bertahan atau tidaknya ciri khas dan karakteristik suatu bangsa yang seharusnya menjadi kebanggan bangsa itu sendiri karena, Identita Nasional merupakan salah satu senjata untuk bersaing kearah yang lebih positif diera Globalisasi ini. Saran Kami mengetahui makalah kami ini jauh dari sempurna, karena di dunia ini tidak ada yang sempurna, maka dari itu, kritik dan saran dari para dosen dan teman-teman sangat kami harapkan, agar terciptanya makalah yang lebih baik di kemudian hari. DAFTAR PUSTAKA Syarbani Syahrial, Wahid Aliaras. 2006; Membangun Karakter dan Kepribadian melalui Pendidikan Kewarganegaraan, UIEU – University Press 2009; Yogyakarta.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kenapa sih budaya itu penting? Sebelumnya kita harus tahu dulu nih, apa sih budaya itu?Menurut Taylor, budaya merupakan suatu hal yang kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan lainnya yang didapatkan oleh manusia sebagai masyarakat. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara budaya adalah buah budi manusia yang mana itu merupakan hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan isi dari budaya ini sendiri sebenarnya adalah wujud dari ide-ide masyarakat itu sendiri yang berupa kepercayaan, pengetahuan, moral, kesenian, maupun pandangan hidup Mengapa budaya itu penting bagi sebuah negara? Karena budaya merupakan sebuah pondasi atas karakter bangsa. Dimana di dalam setiap budaya terdapat ciri khasnya masing-masing terutama di Indonesia yang sukunya beragam, pasti setiap suku memiliki ciri khasnya sendiri yang membuat beda dengan budaya suku lainnya. Budaya penting untuk dilestarikan, karena budaya merupakan salah satu dari identitas bangsa. Melestarikan budaya bangsa merupakan tanggung jawab kita semua sebagai warga negara Indonesia yang baik agar budaya kita tidak dicuri atau diklaim oleh negara lain. Agar tidak diklaim oleh negara lain maka kita dapat menjaganya dengan cara mengapresiasinya, melestarikannya, membagikan informasi mengenai budaya Indonesia kepada orang lain dan juga pihak yang berwenang dapat mendaftarkan budaya yang kita miliki pada satu budaya Indonesia yang ada dalam ranah kesenian yaitu tari Kecak yang berasal dari Bali dan tari Saman yang berasal dari Aceh. Indonesia menjadi tuan rumah pada saat Asian Games 2018, Opening Ceremony Asian Games 2018 ini menampilkan tarian Saman yang diikuti oleh siswi SMA/K se-Jakarta. Hal ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada bangsa Saman ini memiliki arti selamat datang, dimana tarian ini yang diawali dengan salam merupakan simbol bahwa bangsa Indonesia ramah terhadap bangsa lainnya. Gerakan dalam tari Saman ini harus kompak dan cepat, yang mana menunjukkan bahwa bangsa Indonesia itu tegas, bergotong-royong, dan kuat yang menonjolkan persatuan dan kesatuan. Nah, kita sebagai generasi muda wajib melestarikan budaya yang sudah ada. Tidak sulit kok untuk melestarikannya, seperti tetap menjaga sopan santun kepada orang lain, mempelajari bahasa-bahasa daerah di Indonesia, akrab dengan siapapun tanpa membeda-bedakan karena masyarakat Indonesia terkenal dengan keramah tamahannya, mengapresiasi barang-barang unik setiap daerah yang ada di Indonesia. Selain itu generasi muda sekarang juga dapat mempelajari tarian-tarian daerah yang dapat dimulai dengan mempelajari tarian daerahnya sendiri. Dalam rangka melestarikan budaya bangsa Indonesia ini, kita dapat melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari seperti menggunakan bahasa daerahnya sendiri untuk berkomunikasi. Mencintai budaya bangsa kita sendiri dapat dilakukan tanpa merendahkan atau melecehkan budaya orang mulai sekarang kita sebagai generasi muda penerus bangsa harus melestarikan budaya yang sudah dibentuk oleh leluhur kita agar bangsa Indonesia memiliki identitas, yang mana budaya kita ini dijadikan sebagai ciri khas bangsa Indonesia ini. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
jelaskan persebaran kebudayaan yang ada di indonesia sebagai identitas nasional